Amanat Pembina Upacara, 21 April 2014

Posted on

Tadi pagi, Senin 21 April 2014, untuk yang kesekian kalinya saya mendapatkan tugas sebagai Pembina upacara dalam rangka peringatan Hari Kartini di SMK Negeri 2 Wonosari.

Setelah selesai upacara, ada beberapa teman yang menanyakan teks amanat saya, maka berikut saya sampaikan tulisan yang saya bacakan tadi, semoga dapat menjadi bahan renungan kita bersama:

Terima kasih untuk teman-teman dan para siswa SMK Negeri 2 Wonosari atas dukungannya!

SMK 2 JAYA!

Bismillahirohmanirrohiim
Assalamu’alaikum wr. Wb.
Robbis rohli sodri waya sirli amri wah lul ‘uk datammillisani yafqohu qouli
Bapak Kepala Sekolah , Bapak /Ibu guru dan pegawai yang kami hormati
Para siswa yang kami banggakan
Puji syukur Alhamdulillah, pada hari ini kita masih diberikan kesempatan oleh Allah ta’ala untuk melaksanakan upacara dalam rangka memperingati hari lahir Ibu Kartini, salah satu pejuang wanita yang tanggal lahirnya selalu diperingati oleh republik ini.
Kita tidak perlu bersengketa mengapa hanya tanggal lahir Ibu Kartini yang diperingati, padahal banyak pejuang wanita lainnya yang turut serta menegakkan bumi Indonesia ini.
Pastilah ada keistimewaan yang dimiliki Kartini, yang menjadikan dunia mengakui keberadaannya.
Dan hari inipun istimewa karena petugas upacara sebagian besar wanita, hal ini adalah salah satu bentuk apresiasi dari sekolah, meskipun kaum hawa adalah minoritas di sekolah ini namun mendapatkan kesempatan dan perlakuan yang sama.
Para siswa juga istimewa karena hari ini kalian mengenakan pakaian batik, agar kalian semua dapat ikut serta menjunjung kearifan local.

Bapak / ibu, serta para siswa!
Kaum perempuan sudah mendapatkan tempat yang istimewa sejak kepemimpinan Muhammad rosulullah, jadi bukan mengada-ada ketika hingga saat ini perempuan mendapatkan perhatian yang istimewa.
Kini diera digital sekarang ini kita harus lebih istimewa, terus belajar melengkapi kompetensi yang diperlukan baik untuk kehidupan diri kita sendiri, bermasyarakat, bernegara maupun kehidupan didunia pendidikan.
Dunia pendidikan yang diperjuangkan oleh para pendahulu kita, menuntut kita sebagai pendidik untuk memiliki kompetensi yang kompleks, bukan sekedar kemampuan untuk mengajar namun juga kemampuan kita untuk menjadi agen perubahan.
Para siswa yang berada di hadapan kita ini dipercayakan oleh orang tua mereka untuk kita bekali dengan pengetahuan dan ketrampilan, namun sekaligus harus kita ubah menjadi lebih baik, agar mereka mampu menerima estafet perjuangan menegakkan republic tercinta ini. Sistem seperti ini dapat terjadi apabila masing-masing komponen menjalankan tugas dan kewajibannya secara maksimal.

Salah satu petikan surat Kartini tertulis demikian, “Aku pikir adalah gila orang diajar membaca tapi tidak diajar makna yang dibaca. Itu sama halnya engkau menyuruh aku menghafal Bahasa Inggris, tapi tidak memberi artinya.” Dialog ini merupakan protes Kartini ketika disuruh menghafal ayat-ayat Al Qur’an yang tidak diketahui maknanya. Karena pada jaman itu pemerintah Belanda melarang beredarnya terjemah Al Qur’an.
Para siswa sekalian, belajar bukan hanya kepentingan guru, namun lebih kepada kebutuhan kalian untuk menemukan ilmu-ilmu baru yang akan kalian gunakan untuk menjemput rezeki. Masih sangat disayangkan sebenarnya apabila kalian berada di sekolah ini merasa terpaksa, sehingga kalian merasakan siksaan yang berkepanjangan. Apalagi jika kalian melakukan kesalahan dengan melanggar tata tertib, yang itu berarti kalian menyiksa diri kalian sendiri. Untuk dapat mewujudkan menjadi lebih baik harus kalian siapkan sejak pertama kali menginjakkan kaki disekolah ini. Aku datang mau belajar.!
Bukankah Allah memberikan kita akal untuk berfikir?, tetapi kadang kita terjebak oleh pagar yang kita buat sendiri, sehingga kita kadang melupakan bahwa di luar pagar ternyata ladang ilmu tak terbatas.

Para siswa sekalian yang saya banggakan!
Berfikir dan mengemukakan pendapat kadang adalah sesuatu yang menakutkan buat kita, apalagi jika kita merasa bahwa pendapat kita berbeda, sungguh adalah sebuah ketakutan untuk mengatakannya, padahal untuk menjadi istimewa kita harus berani berbeda, berani lebih unggul dari yang lain. Untuk menjadikan sekolah ini unggul kita harus berbeda dari yang lainnnya.
Mungkin kita perlu membuka mata lebih lebar kalau ternyata di atas itu ada motivasi, di bawah ada rasa syukur, di samping ada kepedulian, di belakang ada pengalaman dan di depan adalah perjuangan.
Kita tidak hidup dan tinggal disekolah ini sendirian, ada banyak teman yang bersama kita, dari sanalah kita juga belajar, belajar bersyukur, belajar peduli, belajar dari masa lalu, dan berjuang untuk masa depan.
Dengan belajar pulalah Kartini mendapatkan pencerahan, “Selama ini Al Fatihah gelap bagi saya. Saya tak mengerti sedikitpun maknanya. Tetapi sejak hari ini ia menjadi terang benderang sampai kepada makna tersiratnya, sebab romo kyai telah menerangkannya dalam bahasa jawa yang saya pahami,” ungkap beliau. Maka Habis gelap terbitlah terang digunakan sebagai judul buku Kartini yang tersohor itu.

Bapak Kepala Sekolah
Bapak/ibu yang kami hormti
Para siswa sekalian!
Mari kita bangun negeri kita ini, melalui hal-hal kecil yang dapat kita lakukan, tak usahlah kita menunggu esok ketika kita sudah memiliki jabatan, karena esok adalah rahasia Allah yang tak dapat kita ketahui.
Kita tak perlu mencaci kelemahan dan keburukan orang lain, tetapi marilah kita optimalkan kelebihan kita masing-masing, kita kembangkan potensi yang kita miliki untuk menjadikan generasi penerus kita ini menjadi generasi rabbani, cerdas dalam berfikir, kuat dalam karakternya.
Orang-orang beriman dibimbing Allah dari gelap menuju cahaya (QS Al Baqoroh :257)
Allohu waliyyulladziina aamanuu yukh rijuhum minadhdhulumaati ilan nuur
Semoga Bermanfaat!
Wassalamu,alaikum wr wb

Dari beberapa sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s