Celoteh anakku, Haidar!

Posted on

Haidar Elrazy Ilyas, putra bungsuku (Insya Allah), kini berusia enam tahun, sebentar lagi masuk sekolah dasar, memiliki cara berfikir yang kadang -menurut saya- berbeda dibanding saudara-saudaranya yang lain. Mungkin karena memang sudah jamannya demikian, yang mungkin juga sudah jamak terjadi pada masa sekarang ini.

Beberapa hari terakhir ini, saya terkena influensa. Pada saat gejala influensa pasti kita merasakan sakit yang “lumayan”, badan demam, pegal-pegal, gigi dan gusinya juga sakit, kepala senut-senut! Belum hidung gatal tenggorokan juga, wah komplit ya! Kalau kita disuruh mengidentifikasi yang tidak kita sukai pasti gampang, tapi kalau diminta mensyukuri nikmat kadang-kadang kita kufur-naudzubillah!

Nah pada saat sedang demam, si kecil tetap setia disamping saya, sesekali tangan mungilnya meraba dahi, telapak tangan kang-kadang juga tengkukku dirabanya, “Bu, Ibuk kok panas banget ya”, spontan dengan lirih saya iyakan. Kemudian Haidar bertanya, ” Ibuk punya persegi kecil ndak, seperti handuk tetapi kecil?”, dia bertanya begitu sambil jari mungilnya membentuk persegi panjang yang kecil. Lantas saya katankan dimana saya simpan wash lap, sebentar kemudian dia berlalu ke kamar belakang, kemudian menunjukkan persegi kecil yang diperolehnya. “Lha itu buat apa Dik?”, tanyaku penuh selidik, ternyata dia membuka botol aqua menuang airnya ke dalam tutup biru kemudian dituangkan ke persegi kecil yang dia bawa, kemudian menempelkan ke dahiku. Ya Allah, antara haru, bahagia dan menahan tawa (karena kalau ketawa batuk-batuk). “Kalau aku sakit, kan ibu yang ngompres, lha sekarang gantian karena ibu yang sakit aku yang ngompres” katanya. Padahal saat itu jam menunjukkan pulul 23.00 si kecilku tetap setia menemaniku, sambil sesekali bertanya masih basah apa sudah kering kain kompresannya, ternyata agak berkurang juga panasnya he..he…

Setengah jam kemudian saya minta anakku tidur duluan, saya yakinkan kalau ibunya bisa merawat badannya sendiri, tetapi dia tidak bisa memejamkan mata. Sampai aku katakan, “Dik, ibu juga tidak bisa tidur, kalau adik tidak tidur duluan”, “Lha ngopo Bu, kebrebegan aku Bu?”, maklum anakku ini memang ceriwisnya bukan main, baik bertanya maupun bercerita!

Menjelang tidur sikecil masih sempat minta sesuatu, “Bu, makanya ajari aku buat teh panas ya, kalau ibu sakit bisa buatkan ibu teh panas!” , ha…ha…. sopo sing ngajari ini anak….!

Dua hari setalah kejadian itu sepulang sekolah, saudara-saudaranya bilang, “Bu, Haidar dapat surat dari sekolah!”. Amplop kuning kecil buatan sendiri dari kertas lipat origami disodorkan kepadaku, lalu aku buka, nah isi suratnya saya foto seperti ini:

Alhamdulillah ya Allah, Engkau tunjukkan kebesaranMu melalui tangan kecil anakku, inilah salah satu penambah semangat hidupku!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s