Bagaimana Mengajak Siswa Belajar Aktif

Posted on

Sebagai seorang pendidik, kita dituntut lebih kreatif dalam mengajar. Sebagai konsekuensi logis dari sertifikasi hendaknya dengan penuh keikhlasan kita meningkatkan kompetensi diri kita masing-masing. Baik itu kompetensi pendagogik, kompetensi social maupun kompetensi lainnya. Tak perlulah kiranya kita menuntut orang lain berlaku seperti kita, seandainya kita sudah baik, insya Allah, tanpa disuruhpun orang lain akan mencontohnya. Ada beberapa orang yang lebih menyukai melakukannya sendiri tanpa disuruh (dengan kesadaran sendiri) dan beberapa orang enggan disuruh (lho…kok sama saja?) Mengajak kadang-kadang lebih manjur dari pada menyuruh. Taruhlah misalnya, bagaimana menyuruh siswa membuang sampah dari dalam kelas dalam waktu cepat? Kalau siswa Sekolah Dasar, SMP atau SMK Bisnis Manajemen masih mudah digerakkan, lha kalau muridnya SMK Teknologi Industri dan sudah kelas XII? Nah itu hanya salah satu contoh saja.

Demikian halnya mengajar di kelas, karena tidak semua mata pelajaran “disukai” siswa. Sebagaimana dulu ketika kita menjadi siswa, bahwa pengaruh “style” guru mengajar akan sangat berpengaruh terhadap atensi siswa di kelas. Artinya gurulah yang harus pandai-pandai membuat siswa perhatian terhadap pelajaran.

Berikut ini saya contohkan apa yang saya lakukan ketika di kelas XII, yang nota bene sebagian atau bahkan seluruh siswanya laki-laki :

1.       Kita buat kartu masalah sesuai dengan pembagian materi yang akan di bahas. Biasanya kalau saya kartu ini saya tempelkan pada “gamecard’ yang sudah tidak dipakai anak saya di rumah.

2.       Lalu kita bagi menjadi beberapa kelompok, kalau ingin tahu karakter siswa, kita dapat membagi siswa sesuai hari lahir mereka ( amati yang lahir hari jum’at)

Siswa Membuat Media Presentasi

3.       Siswa mendiskusikan permaslahan sesuai kartu yang diperolehnya

4.       Berikan selembar kertas manila A3 dan beberapa spidol warna untuk digunakan sebagai media

Kelas XII LB diskusi kelompok

5.       Setelah selesai, kita minta siswa memilih satu orang dari masing-masing kelompok sebagai wakilnya.

6.       Wakil kelompok ini akan mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya pada kelompok lainnya  secara begiliran.

salah satu siswa mempresentasikan hasil diskusi pada kelompok lain

7.       Satu putaran untuk kelas yang aktif membutuhkan waktu kurang lebih 15 menit, sedangkan  untuk kelas yang cenderung ‘pasif’ hanya sekitar tujuh menit.

8.       Dengan metode seperti ini, siswa akan lebih sering bertanya, bekerja sama, menghargai hasil karya orang lain, gemar membaca, berkomunikasi.

9.       Sebagai guru, ada banyak yang bisa kita peroleh diantaranya :

a)      Dapat mengamati perkembanan siswa lebih detail

b)      Dapat mengembangkan siswa aktif belajar

c)       Dapat mengembangkan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa

d)      Dapat mengamati kepribadian dan akhlak mulia siswa

e)      Dan yang jelas tidak capek ‘ngoceh’

Rileks sambil lesehan

f)       Siswa rileks dan tidak tegang selama belajar

Semoga bermanfaat!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s