DUHAI PARA PUTRIKU……!

Posted on

Tulisan ini saya tujukan kepada putri-putriku, murid-murid putriku, mantan muridku, anakku, teman-teman anakku, anak temanku, anak orang lain yang sudah aku anggap sebagai anakku!

Wahai para putriku, ibumu ini merasa sangat prihatin dan hanya mampu berbuat sebagai seorang ibu, seorang pendidik yang cakupan pembicaraannya sangat dibatasi oleh tembok kelas! Oleh karena itu, hari ini ibu ingin menuliskan serangkaian nasihat yang tak hanya layak dibaca tapi ibu harapkan untuk diaksanakan!

Wahai para putriku!

Ibu kini sangat bangga melihat kalian pergi ke sekolahmu mengenakan seragam busana muslimah, sesuatu yang dilarang ketika ibu sekolah dulu! Betapa Allah telah memberikan jalan yang sangat longgar kepada umatNya untuk menjalankan syariatNya, sehingga kini anak usia dini pun sudah sekolah mengenakan jilbab. Subhanallah!

Awalnya busana seragam muslimah merupakan “default” dari sekolah, anjuran sekolah, “tekanan” dari panitia MOS atau tata tertib keputrian yang menimbulkan keterpaksaan dalam mengenakannya. Sehingga pada saat tercipta peluang beraktifitas tanpa mengenakan seragam sekolah, maka para putriku berlomba-lomba untuk menanggalkan jilbabnya, membanggakan kemolekan tubuhnya, menggeraikan rambut rebondingnya! Astaghfirullah!

Ibu sadar betul wahai para putriku!

Kalian pasti akan menganggapnya sangat enteng, tanpa beban, tanpa masalah! Toh ibu bapak kalian dirumah tak ada yang rese terhadap sikap kalian, bahkan bapak ibu gurupun cuek bebek dengan hal ini! Yah, itulah fenomena real yang terjadi utamanya di sekolah negeri!

Tahukah kalian, meskipun demikian masih ada beberapa pasang orang tua yang resah, khawatir dengan virus yang mudah menular seperti ini. Banyak orang tua yang kemudian lebih suka menyekolahkan putrinya di sekolah swasta yang mewajibkan siswinya berjilbab!

Wahai para gadisku, sadarilah dan pahamilah bahwa jilbab itu bukan tata tertib sekolah tetapi tata tertib Allah SWT atas umatNya yang muslimah.

Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya) kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung. ( QS 24:31)

Ibu merasa perlu untuk menyampaikan surat ini karena jangan-jangan kalian memang belum tahu apa dasar hukumnya wanita muslim yang sudah baligh harus berjilbab, bagaimana aturan memakai jilbab dan siapa saja yang boleh melihat rambut kita yang indah dan kemolekan tubuh kita.

Duhai para putriku, memakai jilbab tak hanya sekedar menutup kepala, sehingga kalian menampakkan poni dan sisa rambut diujung jilbabmu, atau memilih jilbab yang tipis dan mbranjang sehingga laki-lakipun tetap dapat melihat rambut kita! Karena sengaja tak memakai ciput sebagai lapisan jilbab seragam!

Marilah para putriku, kita berusaha melaksanakan perintah Allah ini sebagaimana perintah Allah untuk mendirikan sholat dan perintah lainnya!

Tidak perlu khawatir untuk tidak punya pacar karena berjilbab, insya Allah, Allah akan memberikan kita suami yang sholih untuk para putriku yang sholih juga!

Ya Allah mohon ampun atas salah hambaMu, dan bimbinglah kami untuk selalu istiqomah mengenakan jilbab!

Duhai putriku, mari berjilbab dengan ikhlas, insya allah, Allah meridhoi! Amin!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s