Berburu Sekolah Masa Depan

Posted on

Kemarin saya mengikuti rapat lanjutan juga persiapan team penerimaan peserta didik baru di SMK N 2 Wonosari. Saya tidak akan mempublish hasil rapat tetapi hanya ingin menulis tentang fenomena pemilihan sekolah yang menjamin masa depan anak.

Saya memilih judul di atas karena melihat gejolak orang tua yang ingin dan akan memilihkan sekolah putra-putrinya. Pada prinsipnya apabila putra-putri kita masih PAUD atau Kelompok Bermain, Taman Kanak-kanak, bahkan tingkat Sekolah Dasar orang tua masih dapat “memaksakan” untuk memilih sekolah tertentu sesuai visi orang tua terhadap anak, namun untuk jenjang berikutnya, pemilihan sekolah bagi putra-putri kita sudah dipengaruhi oleh banyak faktor eksternal seperti pengaruh teman sebaya, prestise, dan lain-lain.

Dan visi orang tua inilah yang kadang-kadang menjadi pangkal ‘perselisihan’ dengan anak pada saat akan memilihkan sekolah lanjutan. Orang tua mana to yang tidak menginginkan anaknya menjadi sukses dalam semua bidang? Orang tua sering merasa paling tahu, paling benar dan paling tepat dalam memilihkan sesuatu bagi putra-putrinya, sehingga anak merasa didikte, dipaksa, atau bahkan di’jebloskan’ pada sesuatu yang tidak ia sukai. Tentu hal seperti ini akan sangat menyiksanya ya?

Pengetahuan sedikit berikut ini barangkali dapat menambah wawasan apabila akan memilih sekolah di SMK khususnya SMK N 2 Wonosari.

Mengapa memilih SMK?

SMK merupakan salah satu jenis sekolah yang mempersiapkan para siswanya untuk memiliki kompetensi (baca ketrampilan ) tertentu sesuai bidang keahliannya. Orang mengatakan bahwa lulusan SMK siap kerja atau cari uang! Animo yang semacam itulah yang mendorong orang tua menyekolahkan anaknya ke SMK, sehingga sangat wajar bahwa siswa yang bersekolah di SMK relatif sebagian besar berasal dari kalangan menengah ke bawah, tetapi bukan berarti tidak terdapat siswa yang berasal dari kalangan atas.

SMK N 2 Wonosari memang sangat menarik untuk dibicarakan dari segala aspek. Prestasi yang sudah diraihpun lumayan banyak, yang ini juga merupakan salah satu hal yang menarik minat calon siswa baru. Namun dari pengamatan dan pengalaman penulis,  masih ada beberapa siswa yang tidak “betah” mengikuti proses pembelajaran di SMK N 2 Wonosari selama 3 tahun. Biasanya hal ini dipicu karena siswa tidak mengetahui betul seperti apakah SMK 2 Wonosari itu? Mereka hanya ikut-ikutan teman sekolahnya mendaftar.

Sekolah di SMK N 2 Wonosari memerlukan stamina yang prima, karena :

1. Pembelajaran dilakukan mulai pukul 07.00 sampai pukul 15.00 WIB (Selasa dan Kamis)

2. Dilanjutkan kegiatan ektra kurikuler sampai pukul 16.30 WIB ( Senin, Rabu dan Jum’at). Terdapat ekstra wajib TPA dan Pramuka (nah, yang tidak suka pasti akan menjadi kendala. Pikirkan masak-masak!)

3. Siswa putra harus menjaga rambutnya selalu cepak, tidak mengenakan asesoris, bersepatu (disiapkan sekolah) dan berkaus kaki hitam polos

4. Siswa putri diharapkan untuk berhias sederhana saja atau tidak berhias sama sekali, bersepatu PDH (disiapkan sekolah) dan berbusana muslim bagi siswa muslimah

5. Semua siswa menggunakan back pack (tas punggung) supaya lebih tegap!

6. Siswa tidak diperbolehkan membawa mobile phone ke sekolah (untuk menjaga ketenangan pada saat proses pembelajaran)

7. Jika siswa tidak naik ke kelas XI maka siswa tersebut DO

8. Setiap pelanggaran akan dikenakan skor

9. Siswa yang memiliki skor 100 harus dilakukan konferensi kasus untuk menentukan pendampingan selanjutnya

10. Terdapat layanan bimbingan dan konseling di sekolah baik secara klasikal maupun individu

11. Terdapat beasiswa bagi hampir 75% seluruh siswa (dapat penulis sebutkan hanya yang orang tuanya PNS yang tidak memperoleh beasiswa, kecuali beasiswa prestasi loh!)

12. Siswa alpa maksimal 13 kali dalam satu tahun

13. Nilai kepribadian dan akhlak mulia (PKn, Penjas, Agama minimal 7,51)

14. Satu lagi hal yang kecil tetapi kadang siswa nggrundel, pada saat berada di lingkungan kampus mesin sepeda motor  dimatikan dan dituntun!

15. Siswa yang memiliki tindik, tatto dan terbukti pemakai napsa dipersilakan memilih sekolah lainnya.

Ada juga siswa yang mengalami buta warna parsial masih diijinkan/diterima di SMK N 2 Wonosari, tetapi untuk kelanjutannya (bekerja ) kami tidak dapat menjanjikan karena terdapat beberapa industri yang tidak menerima karyawan colour blind.

Prestasi yang diperoleh siswa juga sangat banyak diantaranya :

1. The Winer Festifal Seni Internasional kelompok SMK non seni budaya

2. LKS Nasional

3. LBB propinsi/kabupaten

4. Peserta LKS Internasional (kebanyakan prodi Bangunan)

5. Langganan juara I Popda

6. Lainnya masih banyak

Para orang tua memilihkan sekolah ke SMK N 2 Wonosari biasanya biar anaknya cepet kerja dan dapat meringankan beban orang tua. Tak ayal lagi, gaji siswa yang bekerja lebih dari 6 bulan sudah melebihi gaji Bpk/Ibu Gurunya. Selamat!

Nah, sekarang pembaca dapat mempertimbangkan apakah akan menentukan pilihan di SMK N 2 Wonosari?

Semoga Bermanfaat!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s