Uji Petik Emisi Gas Buang Motor

Posted on Updated on

Pada hari Kamis, 19 Mei 2010 berlokasi di halaman parkir SMK N 2 Wonosari dilaksanakan uji petik emisi asap kendaraan bermotor yang dilaksanakan oleh BLH (Badan Lingkungan Hidup) Propinsi DIY.

Mengingat SMK Negeri 2 Wonosari saat ini dikelola oleh Propinsi DIY maka pelaksanaan test emisi asap kendaraan bermotor dilakukan oleh BLH propinsi DIY, wah keren ya!

Terdapat sekitar 120 kendaraan bermotor milik sebagian siswa kelas 2 dan sebagian milik Bapak dan Ibu Guru dilakukan pengetesan emisi terhadap asap knalpot. Begitulah kira-kira!
Hal ini dilakukan untuk mendukung program Langitku Biru eh Biru Langitku.
Dua unsur yang dicek yaitu CO dan HO (Hidro karbon)

BLH mengadakan sosialisasi kepada para remaja usia sekolah agar peduli terhadap program Langit Biru Propinsi DIY khususnya siswa SMK N 2 Wonosari wabil khusus yang berkendaraan motor.

Beberapa hal yang perlu diketahui adalah :

HIDROKARBON
menyebabkan iritasi mata, batuk, rasa mengantuk, bercak kulit, perubahan kode genetik ( wuah…wuah…. bahaya banget nih)
emisi terjadi karena HC tidak terbakar dengan sempurna karena proses mesin yang kurang baik.

KARBON MONOKSIDA
Mengurangi jumlah oksigen dalam darah, sehingga :
1> jumlah kecil……. gangguan berfikir, penurunan refleks dan gangguan jantung
2> jumlah besar …………..maaatttttiiiiiii!!!
emisi akibat dari kurangnya campuran udara dalam proses pembakaran mesin

INDIKASI MUTU EMISI KENDARAAN
1. CO TERLALU TINGGI
Tanda-tandanya : asap hitam, tebal dan boros bensin
Penyebabnya : filter udara kotor, choke tertutup, karburator rusak atau penyetelan karburator salah
Perbaikan : lakukan penyetelan karburator dan bersihkan filter udara

2. HC TERLALU TINGGI
Tanda-tandanya : tenaga kurang, Rpm idle tidak teratur dan boros bensin
Penyebanya : pengapian terganggu, busi dan kabel busi bermasalah, platina tidak rata, timing ignition tidak tepat
Perbaikan : Lakukan penyetelan timming, ganti busi dan platina

Sebagai sampel motor saya tahun pembuatan 2010, ambang batas CO 4,5% milik saya 2,33% sedangkan HC 2.000 ppm , motor saya 1827. Hasil masih memenuhi Permen LH No 5/2006 tapi… nyaris mendekati! What must I do? Padahal motor saya fuel injection saja masih seperti itu! kalah dengan yang sudah lawasan.

Nah sesuai dengan Perda No 5 tahun 2007 maka bagi anda yang memiliki kendaraan bermotor wajib melakukan pengujian emisi, monggo ingkang dereng daripada dikurung tiga bulan atau bayar denda lima puluh juta (sudah bisa dipakai bayar ONH?) segera melakukan uji emisi, ke mana ya?

Compile by Sri Winarti, dari berbagai sumber!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s