Bunga Anggrek Putih Itu

Posted on Updated on

By: Sri Winarti

Dua tahun silam, kita berjalan, mendaki, merangkak, melompat kadang merayap, menaklukkan lelah peluh meluruh sekujur tubuh. Huh siapa peduli dengan bau keringat menyeruak dibukit itu! Semua berteriak, Allahu Akbar! Ya Allah, turun lagi bukan alternatif bijaksana untukku siang ini, harus terus naik dan turun ditempat lain!

Bukit itu begitu menghijau, pohon-pohon besar disana sini ratusan tahun menaungi tanah desa itu. Suasana seruling bambu dan modifikasi alat pukul dari bambu semacam kentungan itu membahana, semangat! Membuat haru ketika telinga kita menghayati alunan suara pesindennya. Konon kabarnya kelompok musik itu sudah menjelajah luar negeri berlaga mahir memainkan musik itu. Aku coba memainkan satu satu alat musik itu, hm..rasanya sulit sekali, lebih mudah memainkan orgen tunggal, meski akupun tak bisa meski berulang mencoba memainkan tuts-tuts melodinya. Dasar tak berbakat, aku selalu membela diri!

Bukit itu, menawarkan keramahan, kesejukan, kenyamanan,keteduhan hingga aku pun terinspirasi untuk menapakinya satu langkah-satu langkah. Sapuan anginnya mengurangi hausnya tenggorokan, kicauan burungnya mengihur mengurangi lelahku. Ya Allah, betapa besarnya karuniaMu, ditengah isu global warming, di bukit itu begitu teduhnya, pohonnya lebat, kuat menepis panas mentariMu.
Andai pohon-pohon itu bisa kubeli akan kupindahkan kekotaku agar kotaku tak panas, agar anak-anakku tak kebingungan mencari tempat teduh untuk bermain disore hari.
Anak-anak itu tak menemukan tempat teduh dikotaku hingga mereka bermain sepak bola, ping pong, kasti, sepedaan di halaman depan masjid yang memang sengaja ditanami pohon mangga yang sudah besar. Semoga Allah mengampuni bila mereka salah mengambil tempat bermain.

Bukit itu memberi kenangan teramat indah kepadaku, setelah dua tahun silam aku membawa dua bunga anggrek tanah yang nota bene hanya hidup di beberapa gunung di Pulau Jawa, dengan seijin juru kunci hutan bukit itu, kini setelah dua tahun aku tanam di kebun belakang rumahku, alhamdulillah berbunga. Ya Allah, terima kasih!

Bukan hanya mekarnya bunga itu yang memberikan kebahagian bagiku, tapi karena usaha untuk membawanya sampai ke kebun belakang rumahku itu yang penuh perjuangan!
sayang fotonya belum mau diupload!

Tulisan untuk Desa Wisata Wanasadi, Gunungkidul

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s